Penyaluran Dana PEN di 11 BPD Capai 85 Persen
Pemerintahan sudah tempatkan dana ke 11 Bank Pembangunan Wilayah (BPD) sebesar Rp 14 triliun dengan sasaran pendistribusian Rp 29,11 triliun. Jumlah yang telah terealisasi sebesar 85,59 % atau Rp 24,92 triliun.
bolehkah ibu diabetes menyusui bayi ini faktanya
Dalam Penilaian Performa Keuangan Pemerintahan Wilayah: Imbas Wabah Covid-19, Komisi IX RI menguraikan realisasi pendistribusian dana PEN lewat Peletakan Uang Negara (PUN) yang diteruskan ke 11 BPD itu.
Yang pertama yakni Bank BJB. Bank BJB terima dana tertinggi dari 10 bank yang lain, yakni sejumlah Rp 2,5 triliun. Di posisi ke-2 , bank yang terima dana paling besar yakni Bank Jawa timur, Bank DKI, dan Bank Jateng. Ke-3 nya sudah terima dana sejumlah Rp 2 triliun.
"Di posisi ke-3 yaitu Bank Sulutgo, Bank Sulselbar, Bank Sumut, dan Bank BPD DIY. Ke-4 bank ini terima dana Rp 1 triliun," kata Anggota Komisi IX DPR RI Cantik Kurnia menjelaskan, program PEN dalam seminar-online Puslit DPR RI, Kamis (10/12/2020).
Ada 3 bank yang memperoleh dana kurang dari Rp 1 triliun. Ke-3 bank itu yakni Bank BPD Bali Rp 700 miliar, Bank Kalimantan barat Rp 500 miliar, dan yang memperoleh dana PEN sedikitnya yakni Bank Jambi Rp 300 miliar.
Cantik mengharap, BPD mempunyai peranan yang besar sekali dalam menolong pemerintahan untuk menyukseskan program PEN. Semasing BPD memiliki peranan untuk salurkan credit produktif ke bidang ekonomi unggulan wilayah seperti bidang pariwisata, perdagangan, pengajaran, dan kesehatan.
"Nah jika credit konsumsi diteruskan ke ASN dan guru yang sekarang ini memerlukan fasilitas dan prasarana untuk proses mengajar-belajar daring. Hingga, tidak cuma tingkatkan keproduktifan, dan juga tingkatkan daya membeli warga," katanya.
Politisi yang bekerja tangani keuangan negara itu sampaikan laporan pendistribusian credit yang dikerjakan oleh kesebelas BPD itu.
Bank Jateng salurkan credit paling besar, yaitu capai Rp 6,02 triliun. Saat itu, Bank BJB sudah salurkan Rp 5,34 triliun, dan Bank Jawa timur sejumlah Rp 5,16 triliun.
"Bank DKI sudah salurkan credit sejumlah Rp 2,8 triliun, Bank BPD Bali Rp 1,63 triliun, dan Bank Sulutgo Rp 1,07 triliun," kata Cantik.
Saat itu, masihlah ada lima BPD yang salurkan credit di bawah Rp 1 triliun. Bahkan juga ada BPD yang cuman salurkan credit sejumlah Rp 1,09 miliar.
Ia juga mengetahui bila di periode susah semacam ini, faksi bank atau debitur sama-sama mengendalikan diri untuk ambil credit. Ini sempat dikatakan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani 2 hari kemarin. Walau sebenarnya, kata Cantik, bank benar-benar tergantung pada akseptasi bunga credit.
"Bank itu hidupnya dari akseptasi bunga credit bukan deposito, nah saat ini bank itu keadaannya yang menempatkan credit sepanjang wabah itu sedikit. Tetapi sesungguhnya jika BPD itu masih flat, tidak separah bank persero atau swasta nasional yang turun," tutur Cantik.
Ke-5 BPD yang salurkan credit di bawah Rp 1 triliun yakni Bank Sulselbar Rp 747 miliar, Bank Sumut Rp554 miliar, Bank Jambi Rp276 miliar, Bank Kalimantan barat Rp238 miliar, dan Bank BPD DIY cuman Rp1,09 miliar. Bekas manager Persebaya ini akan cari tahu kenapa BPD DIY cuman salurkan credit sejumlah Rp 1 miliar.
"Bank BPD DIY mendapat Rp 1 triliun, di catatan kami inilah cuman dapat salurkan credit Rp 1 miliar, kelak saya periksa kembali, kok cuman Rp 1 miliar," tutupnya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menjelaskan pembangunan Komite Pengatasan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk memadukan peraturan kesehatan dan ekonomi di tengah-tengah wabah virus corona.
